Rabu, 09 April 2014

Buat kamu, wanita

Teman, aku tahu jika ada di posisimu saat ini, aku mengerti bagaimana kegaduhan hatimu dengan segala kerumitan yang kau jalani. Kau gelisah, kau marah, kau merasa terasing dari duniamu. Aku mengerti, aku sangat mengerti, bagaimana rasanya kehilangan pundak yang harusnya bisa menopang kita saat lelah, saat seperti ini. Teman, angkat kepalamu, kau harusnya tak terlalu bersedih seperti ini, ada harapan disana, didepanmu. Kau hanya terlalu tertunduk, hingga tak bisa melihat pelangi didepanmu. Kau hanya perlu berjalan, terus berjalan, hingga keluar dari pengasinganmu, hingga kau menemukan kesejukan kembali.
Aku ada disini, teman. Mungkin bahu kita sama, sama sama rapuh, dan aku sangat mengerti bagaimana kegelisahanmu, aku bisa merasakannya. Disini, menggandengmu, menemanimu, hanya itu yang bisa ku lakukan. Aku tak akan berlari meninggalkanmu, tak seperti dia. Pengecut yang hanya bisa mencuri hatimu, tanpa pernah merawatnya lagi