Selasa, 30 April 2013

So, I will be alone



Seandainya bisa, 
aku ingin terbang bersamamu dan burung-burung di atas sana. 
Aku ingin terus duduk bersamamu di bawah teduhnya pohon, 
ditemani matahari dan angin sepoi-sepoi. 
Aku ingin terus menggenggam jari-jemarimu, berbagi rasa 
dan hangat tubuh- selamanya.

Sayangnya, gravitasi menghalangiku. 
Putaran bumi menambah setiap detik di hari-hari kita. 
Seperti lilin yang terus terbakar, tanpa terasa waktu kita pun tidak tersisa banyak. 
Semua terasa terburu-buru. Perpisahan pun terasa semakin menakutkan.


Aku rebah di tanah memejamkan mata kuat-kuat karena airmata yang menderas, 
“aku masih di sini,” bisikmu, selirih angin sore. 
Tapi aku tak percaya. 
Bagaimana jika saat aku membuka mata nanti kau benar-benar tiada?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar